Ritme sehari-hari tidak selalu datang dengan sendirinya. Ia sering terbentuk dari hal-hal kecil yang dilakukan secara konsisten.
Pengulangan memberi struktur tanpa terasa kaku. Hari tetap fleksibel, namun memiliki alur yang bisa diandalkan.
Saat ritme sudah terbentuk, aktivitas terasa lebih mengalir. Tidak ada dorongan untuk tergesa-gesa atau merasa tertinggal.
Ritual yang sama juga membantu menutup hari dengan perasaan utuh. Ada awal, tengah, dan akhir yang terasa jelas.
Dengan ritme yang lembut ini, keseharian menjadi lebih nyaman dan mudah diterima apa adanya.
